Sulawesi

Warna Warni Sulawesi

Archive for the tag “Travelling”

Gogoso’ dan canggoreng pallu makanan khas makassar buat yang begadang..

Buat yang begadang di Makassar ada suatu jajanan khusus yang sering dijumpai di Makassar dan sekitarnya. biasanya banyak pedangan yang menjajakan makanan ini sampai sekitaran pukul 2 dinihari. ada yang berdiam disatu tempat khusus atau yang menjajakannya dengan sepeda.

Gogoso & canggoreng pallu merupakan makanan khas masyarakat sulawesi selatan. makanan ini biasanya dijajakan pada malam hari di pinggir2 kota makassar, seperti di pantai losari, karebosi, dll. penjaja makanan ini sudah ada yang ber[rofesi sampai puluhan tahun.

gogoso sendiri merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang diatas bara api. isi dari gogoso ini dinamakan kambu. kambu biasanya terbuat dari abon sapi. makanan ini paling banyak dan paling umum dijumpai di hari raya lebaran. makanan ini juga sering dibawa sebagai bekal dalam perjalanan jauh nenek moyang kita. ini dikarenakan teksturx bisa bertahan sampai beberapa minggu.

Canggoreng Pallu sendiri dalam bahasa indonesia berarti kacang rebus. menu ini merupakan makanan favorit buat yang suka begadang di pinggiran2 pantai losari.

jajanan  biasanya di jajakan dimalam hari disekitaran pantai losari dan tempat2 ramai dimakassar, harga canggoreng pallu berkisar Rp. 5000,- rupiah, untuk telur rebus biasanya berkisar sekitar Rp.2000,-, dan untuk gogoso’nya juga berkisar Rp. 1000,-.

kalau anda ingin sekedar menikmati menu ini datang saja di sekitaran karebosi atau pantai losari diatas jam 7 malam anda pasti akan mendapatkannya. selamat menikmati.. he3x..

___________________________________________________

ariel

Advertisements

Jalan-jalan Yuk Ke Malino….


Bila pulau Jawa terdapat puncak pegunungan dan kebun teh di Bogor,Jawa Barat. Nah.. di Sulawesi Selatan tak kalah indah dan mempesonanya dari kawasan puncak di Bogor, juga ditanami kebun teh yang sejuk dan nyaman. Kota Malino merupakan puncak pegunungan di Sulsel.

Pesona Kota Malino, yang terletak 90 km arah selatan Kota Makassar, tepatnya di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, merupakan salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik menarik dan luar biasa. Tidak diragukan lagi anda akan terpesona saat menapaki kaki Anda menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, yang kan mengantarkan Anda menyukai dan menikmati wisata alam menuju ke kota Malino. Kawasan ini sangat terkenal sebagai kawasan rekreasi terutama pada saat weekend atau liburan.

Berbagai Obyek wisata dapat Anda dikunjungi di daerah ini, mulai dari Air Terjun Takapala yang terletak di daerah Bulutana, Air Terjun Lembanna yang kira-kira 8 km dari Kota Malino, Air terjung ketemu jodoh yang bersebelahan dengan air terjung Takapala,dimana air terjung ini dipercaya akan memudahkan bagi setiap orang yang datang mandi akan mendapatkan jodoh dan memperolah kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ada juga Hutan Pinus, Perkebunan Markisa dan kebun teh yang berada di desa Bulutan yang berjarak sekitar 9 km dari kota Malino.

Bagi anda yang hobby memelihara kembang-kembang langkah, Anda dapat membeli kembang edelweis dan pohon turi yang bunganya berwarna oranye, dimana jenis kembang ini merupakan kembang yang sudah jarang ditemukan.

Kota Malino juga dijuluki sebagai Kota Kembangnya Sulawesi Selatan. yang merupakan prospek pariwisata yang sangat potensial dengan keindahan Panorama Alam yang memukau.

Cara Mencapai Daerah Ini
Hanya dengan memakan waktu 2 jam dari kota Makassar anda sudah bisa tiba di kota Malino, kota yang rencananya akan dijadikan sebagai Kota Kembangnya Sulawesi Selatan ini, juga bisa ditempuh dengan Angkutan Umum dari Makassar, Terminal Mallengkeri, dengan mengendarai mini bis (ukuran Panter,red).

Tempat Menginap
Untuk penginapan bersama keluarga Anda tidak perlu kwatir, karena ada berbagai macam pilihan tempat penginapan di kota ini, mulai dari Hotel Celebes,jl.Sultan Hasanuddin No.1, Villa Istana,Jl. Anoanh No.9,Malino. Villa Resorst Celebes,pondok Aria,Jl.Endang No.24,Malino dengan sarana lengkap,wisma sampai rumah penduduk juga dipersewahkan disini. Untuk harga sangat berfariasi dan anda tak perlu ragu, dijamin memenuhi dompet anda.

Tempat Bersantap
Di malino Anda dapat menemukan warung makan yang menjual berbagai makanan sesuai selerah. Anda juga bisa bersantai sambil menikmari jajanan tradional pepohonan Pinus. Disepanjang hutan Anda juga dapat , atau berkeinginan memetik daun teh dan menikmati buah markisa di perkebun markisa di desa ’Kanreapia’.

Buah Tangan

Kota Malino terkenan dengan cita rasa buah-buahan dan sayur mayurnya yang segar-segar,salah satunya Markisa Malino. Di pasar tradisional,pasar minggu Malino anda dapat berbelanja berbagai macam buah-buahan sebagai buah tangan untuk sanak keluargga yang menunggu di rumah.

Tempat Penginapan Di Malino

Nama Alamat

Hotel Pinang Mas Jl.Posor Sinjai Malino

Villa Resorst Celebes Jl.Sultan Hasanuddin No.1

Wisma Lompobattang Jl.Gunung Lompobattang No.89

Penginapan sederhana Jl.Gunung Lompobattang No.90

Pondok Lembah Biru Jl.Pa’tene Malino

Bukit Indah Malino Jl.Endang No.20

Dari Berbagai Sumber

Jalan -Jalanki Ke Pantai Losari

Diseluruh Indonesia, hanya ada satu pantai yang dapat menyaksikan sunrise dan sunset disatu titik berdiri yang sama. “Pantai itu yakni pantai Losari, Makasar”, begitu kata Jusuf Kalla Wakil Presiden RI mengatakan kepada saya sambil membanggakan pantai ini, satu saat yang lalu. Awalnya saya bingung dengan kenyataan ini. Posisi pantai yang memanjang Utara-Selatan ini memang bisa menyaksikan terbitnya dan terbenamnya matahari disatu posisi yang sama. Unik memang. Lepas dari itu, pantai Losari adalah salah satu pantai paling resik dan apik yang pernah saya datangi diseluruh Indonesia ini, dan hebatnya lagi pantai ini berada tepat dijantung kota besar. Membandingkan dengan beberapa bibir pantai kota kota besar di Jawa, jelas Losari paling top: bebas sampah dan nyaman dikunjungi. Sambil menulis ini saya membayangkan betapa bau dan kroditnya situasi di Tanjung Priok Jakarta, atau pelabuhan Perak di Surabaya. Tidak heran, dahulu ketika Ratu Elizabeth dari Inggris bertandang ke Jakarta (era 80 an) ia tidak mau turun dari mobil saat tiba di Tanjung Priok karena begitu shock dia dengan bau dan amburadulnya situasi dipelabuhan. Dia pikir, Tanjung Priok sama indahnya dengan Hongkong harbour . Kejadian ini menjadi “insiden protokoler” yang memalukan, tapi begitulah wajah pelabuhan di Jakarta.

Posisi pantai Losari sangat strategis dan menjadi bagian yang menyatu dengan suasana kota Makasar yang membentang sejauh kurang lebih 4 km. Pantai ini langsung dapat diakses dengan jalan utama protokol utama. Diseberang jalan bertumbuhan hotel dengan berbagai kelas. Sebut saja beberapa nama hotel yang lokasinya amat dekat dengan bibir pantai al: Hotel MGM, Hotel Losari Beach, Hotel Quality, Hotel Aryadutta, dan Hotel Aston. Untuk mid-budget traveller, bisa pilih Hotel Losari Beach, atau agak masuk sedikit kedalam jalan Joseph Latumahina, ada hotel kecil yang nyaman yakni Hotel Kenari. Saya sendiri suka Hotel Quality atau Hotel Losari Beach karena lokasinya oke, dan harganya tidak selangit.

Waktu paling ideal mengunjungi pantai Losari adalah sore hari antara jam 15.00 hingga jam 21.00. Banyak yang datang kemari untuk duduk duduk menikmati pantai yang bersih, jogging disepanjang pedestrian sejauh 500m, atau makan diwarung warung yang telah direlokasi oleh Pemda setempat (diujung paling selatan pantai). Tua muda akan datang kemari menikmati matahari terbenam disini sambil membelu makanan dari pedagang. Jika suka jogging, tempat ini juga sangat ideal. Udara bersih dan angin bertiup tanpa henti, matahari yang merah keemasan menyapu wajah manusia yang duduk bibir pantai.

Pedagang menjual aneka makanan mulai dari jajan ringan saja sekedar ganjal perut seperti bakso atau gorengan. Ada juga makanan khas Makasar seperti Coto atau aneka hidangan masakan laut dengan resep asli orang bugis. Sungguh enak!

Suasananya amat tertib dan aman, saya merasa nyaman disini. Tapi ada satu yang saya keluhkan yakni: pengamen. Mereka ngeyel, tidak bisa ditolak untuk tidak menyanyi. Jadi semacam paksaan saja mendengarkan mereka menyanyi, dan suka memaksa dengan sindiran jika tidak diberi uang. Mereka mengamen tidak Cuma sendirian, tapi datang dengan sekelompok teman yang sama sama bernyanyi dengan nada (maaf saja ya) tidak bagus. Kenyamanan pantai ini berkurang minus satu poin hanya gara gara kehadiran pengamen yang tidak tau aturan dan main paksa ini. Ada baiknya pemda dan aparat melakukan penyuluhan agar kenyamanan di Losari tidak tercemar gara gara gerombolan pengamen macam begini

Dari Berbagai Sumber

Post Navigation