Sulawesi

Warna Warni Sulawesi

Archive for the tag “Budaya”

Nyamanna Mancing di Pantai Losari

Pantai Losari merupakan ikon kebanggaan kota makassar, pantai ini tidak pernah sepi selama 24 jam .. dan menjadi tujuan bagi masyarakat makassar semua umur.

saat ini pantai losari mulai mendapat perhatian dari pemkot khusux maslah revitaslisasi.

salah satu kegiatan yang banayk dilihat dipantai losari antara lain kegiatan mancing sambil menikmati sunset.

kegiatan ini biasanya dimulai sekitar pukul 4 sore.. buat yg mau jalan2 atau sekedar habiskan waktu bisa datang ketempat ini.

————-
ariel/fotografer : herdian

Advertisements

nelayan makassar yang kian tersisih…


Nelayan Makassar memang sudah jarang dijumpai di Makassar, walaupun kita berada dipantai di Makassar, Pantai Losari, Tanjung Bayang dsb… betewe mareka semua pada kemana ya… 

mereka kini kebnaykan bermukim di daerah-daerah yang kian tersisih oleh pembangunan di Makassar. mereka kebanyakan tinggal didaerah-daerah sudut kota makassar. seperti di barombong, pulau-pulau kecil di sekitar laut makasssar, sampai di daerah galangan kapal. 

walaupun kebenyakan masyarakat ada yang bermukim di pinggir pantai, tidak semua dari mereka yang berprofesi utama sebagai nelayan.

pada umumnya sistem pengolahan hasil tangkapan mereka masih secara tradisional, mungkin ada baiknya pemerintah kota bisa memperhatikan juga nasib mereka..

trims /ariel

Buroncong, penganan khas makassar saat sarapan


Buroncong merupakan salah satu penganan khas kota makassar. menu ini biasanya dihidangkan dipagi hari dalam kondisi hangat bersama teh manis atau kopi. klo ngk sempat buat penganan ini bisa juga didapatkan dengan mudah di sekitaran penjual2 kue atau penjual khusus buroncong yang dijajakan tiap pagi meggunkan gerobak.

penganan ini terbuat dari tepung terigu, parutan kelapa (pilih kelapa yang berukuran muda, buang kulit kasarnya) gula pasir(putih), soda kue, dan sedikit garam . semua bahan disatukan dalam satu adonan diaduk hingga rata dengan air. adonannya biasanya agak encer.

setelah adonan siap. masukkan delam cetakan buroncong yang telah dipanaskan dengan bara api, jangan lupa olesi dulu cetakannya dengan minyak kelapa menggunakan kuas atau daun pisang agar adonannya tidak lengket.  paling enak kalau bahan bakarnya kayu arang. setelah adonannya kelihatan mengembang dan pinngirannya agak berwarna coklat pertanda kue buroncongnya sudah jadi. nah siap diangkat menggunakan gancu (biasanya tukan buroncong ahli memainkan ini). dan siap di makan buat sarapan bersama teh hangat.

klo ngk sempat buat sendiri, di makassar kue ini umum kok terutama di pagi hari, harganya juga murah meriah sekitar Rp.300,-. rasa dari buroncong ini  juga bervariasi, tergantung penjualnya. terkadang ada juga yang agak asin, terlalu manis dan bahkan ada yang tidak menggunakan gula pasir tetapi pemanis buatan. udah dulu ya… selamat menikmati menu buroncong.. 🙂

Ariel

_______

Post Navigation