Sulawesi

Warna Warni Sulawesi

Port Rotterdam In Macassar

Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Sulawesi Selatan tanpa mengunjungi Benteng Rotterdam. Benteng yang lebih dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang ini merupakan Benteng peninggalan sejarah kejayaan dan keperkasaan dari kerajaan Gowa adab ke 17. Benteng tertua yang menyerupai kura-kura ini dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke IX, yaitu I Marigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau lebih dikenal dengan julukan Karaeng Turipallangga. Benteng ini terletak di pusat kota menuju arak Pantai Losari dan untuk akses kendaraan ke lokasi ini dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan, dengan tarif yang cukup terjangkau untuk semua kalangan. Bila dari arah Pantai Losari ke Benteng Anda dapat menggunakan kendaraan roda tiga khas kota Makassar, Becak dengan tarif tiga ribu.

Not Complete your feel if you don’t come to south sulawesi. Port rotterdam or port Ujung Pandang are ommision of Gowa Empire 17 th century. the first port like the tortoise at build from 1545 by The of Gowa century IX, He Is marigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung or Karaeng Turipallangga. The Location Of This Port in center of Makassar near from losari beach and can have with much other transportation for all people. if you come from Losari beach to Port Roterdam you can use 3 wheel transportation with 3 thousand rupiahs.


Patung Sultan Hasanuddin dengan seekor kuda putih merupakan simbolis penyambutan kedatangan pengunjung ke Benteng Rotterdam. Memasuki area benteng disebelah kiri Anda akan menemukan Museum bersejarah La Galigo. Dimana museum ini menampung berbagai koleksi benda-benda bersejarah mulai dari peninggalan Kolonial Belanda sampai pemerintahan Jepang. seperti rantai Emas, Keramik,Uang Dinar, Sepeda antik ,Tombak, Pelaminan, dan bukti dari penggunaan bahan dasar pembangunan Bentang rotterdam. Memasuki area Benteng bebas biaya, kecuali saat memasuki Museum La Galigo yang berada di dalam area Benteng, pengelolah mematok tarif Rp1700 (Dewasa) dan Rp1200 (Anak).
Benteng Rotterdam sangat cocok buat Anda yang menyukai History traveling dan memiliki jiwa-jiwa akustik terhadap benda-benda peningalan masa lampau. yuL

The artefact’s of Sultan Hasanudin wih a white hourse is the symbol of welcome says fro visitor to Roterdam. If You come to port of roterdam you can found Museum lagaligo where you can found object history from dutch colony, Japan , etc. like gold choker , ceramic , dinar , bycle etc. you can puy Rp.1700 , and Rp 1200 for children . Port rotterdam very compatible for you if you like traveling and have think of acoustics from historical object . YUl

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: